banyak orang yang datang dan pergi sesuka hatinya di kehidupan gue. mungkin salah satunya adalah 'LO'
sekarang gue sadar kalo gue ga lebih dari seorang wanita bodoh yang terlalu mengandalkan perasaan ketika menjalani sebuah realita kehidupan.
ga seharusnya perasaan terlalu turun serta di dalam menjalani kehidupan, karena semuanya hanya akan berujung sia-sia. sama seperti apa yang sedang gue rasain saat ini.
apa yang gue korbanin, apa yang udah gue lakuin, tiba tiba terasa SAKIT ketika 'LO' melempar, membuang, melupakan seakan tak peduli dengan waktu yang begitu cepat.
perasaan sayang yang terlalu berlebihan membuat gue terbelenggu dan buta akan hadirnya orang yang sangat tulus di kehidupan gue.
ya gue coba buat terus melangkah, melangkah searah dengan angin yang terus berhembus.. ketulusan yang seharusnya sudah gue dapatkan dari awal, kini banyak yang datang kembali menghampiri gue. namun rasa was was, rasa trauma, masih saja menghantui diri gue sehingga gue belum yakin dengan apa yang harus gue lakukan..
manakah yang disebut dengan ketulusan ?
siapa yang membawa ketulusan itu buat gue ?
LO, LO, LO, LO, LO, LO, LO, LO, atau LO ?
saat ini, gue masih coba ingin memahami makna dari ketulusan itu sendiri.
sudah cukup gue dimanfaatkan oleh beberapa orang dan sudah cukup pula gue dimanfaatkan oleh keadaan.
bangkit, berdiri tegak, berjalan, dan berlari adalah rangkaian yang harus gue tempuh..
bangkit dari rasa penyesalan, berdiri tegak untuk memantapkan tujuan, berjalan untuk meraih sebuah ketulusan, dan berlari membawa sebuah ketulusan untuk hasil yang gue inginkan.
yaaaa buat lo yang hadir untuk menyatakan ketulusan bagi kehidupan gue, tunggu sebentar karena gue sendiripun masih coba memaknai arti dari sebuah ketulusan itu sendiri..
"TIDAK bukan berarti menolak, tapi TIDAK karena BELUM SAATNYA.."