Rabu, 03 Agustus 2011

TERPERANGKAP DALAM SUASANA


Gue sengaja nulis cerita karena gue libur 3 bulan, lo mesti tahu betapa sumpeknya liburan tapi di rumah mulu. Udah kayak ayam ngeremin telurnya zzzZZZZZ dan selama itu pula gue juga ga punya kegiatan. Ada si kegiatan, tapi ya gitu gitu doang.. hemmmm, Kebetulan waktu itu gue liat temen gue punya blog, gue jadi kepingin banget punya blog. Jadi gue ngikut ngikut deh bikin cerita tp belum dimasukin blog *keterbatasan pengetahuan hehehee* ehhh tapi akhirnya sekarang kesampean deh bikin blog..horeeee :)hahahaa

Hokeeeeeeeeee guyssss sekarang, hal pertama yang pingin gue bahas adalah tentang

“terperangkap dalam suasana”

Terkadang orang ga sadar dengan tingkah laku yang ia perbuat. Hal tersebut membuat makna “ambigu” bagi orang di sekitarnya dan menimbulkan respon sikap yang berbeda pula dari apa yag diharapkan.

contoh :
Ani merasa kalau  Budi itu butuh perhatian lebih dari orang disekitarnya. Ani adalah wanita yang sangat peka terhadap lingkungan, Firasatnya sangat kuat. Awalnya tujuan ani baik, ia ingin berdampak buat kehidupan budi. Namun, Budi menyalah artikan semuanya. Budi menjadi jatuh cinta dan menganggap Ani juga memiliki rasa yang sama kepada Budi.

Dari contoh di atas bisa dilihat ada 2 makna yang jelas berbeda dari sebuah tingkah laku yang dilakukan oleh seseorang.

Berdampak positive bagi lingkungan sekitar tuh susah susah gampang dilakuin. Dan terkadang dengan maksud ini, ada orang yang memanfaatkan keadaan dan justru membuat kita jadi terperangkap ke dalam sebuah suasana yang bikin kita rugi.



Okee sekarang gue mau langsung aja ke cerita yang bisa gue ambil buat contoh..
mohon maaf jika ada kesamaan nama, keadaan, situasi, tapi memang itu semua disengajaaa..*uuuppppsssss heheheheheee
Sebut saja namanya mawar..
Mawar adalah wanita yang mudah sekali bergaul. Dia punya kemampuan yang mungkin ga dimiliki oleh semua orang,, yakni peka sekali terhadap lingkungan sekitar, serta memiliki firasat yang kuat terhadap orang orang yang berada di sekelilingnya.
Suatu hari, ia didekati oleh sebut saja namanya kemenyan.*hemm gatau kenapa nama ini yang terlintas ketika gue lagi ngetik.hahaaa*
Dengan perasaan yang sangat kuat, Mawar yakin kalo Kemenyan sedang butuh dukungan. Mawar yakin kalau Kemenyan saat ini sedang merasakan keterpurukan yang begitu luar biasa. Menurut firasat Mawar, Kemenyan sedang kesepian karena baru aja ditinggalin sama pacarnya yang bernama sayur asem *aduhhh gue ngidam sayur asem nihh jadi namanya make ini aja dah yaaaa.hhehehe..
Setelah Mawar mencari tahu, ternyata firasat tersebut benar kenyataannya.
Mawar tahu keadaan kemenyan saat ini. Mawar ingin keberadaannya bisa memberikan dampak positive untuk kemenyan, bisa menghadirkan semangat baru di dalam diri kemenyan yang sedang merasa kesepian. Hubungan mereka terus berlanjut hingga akhirnya kemenyan berkata “gue sayang lo mawar”
Hemm, mawarpun bingung. Maksud awal hanya ingin berdampak untuk kehidupan kemenyan, namun hal tersebut ternyata menimbulkan makna berbeda di dalam hati kemenyan.
Karena rasa tidak enak dan takut kemenyan menjauh, maka mawarpun berkata “gue juga sayang sama lo tapi gue belum bisa punya hubungan serius sama lo sekarang“
Hubungan tanpa status pun mereka jalani. Rasa sayang terungkap, namun tak ada hubungan yang pasti diantara mereka berdua.
Makin hari, Mawar merasakan bahwa hubungan mereka salah. Namun mawar tidak ingin mengungkapkan ini duluan. Ga enak soalnya. Mawar hanya bisa pasrah dan berdoa..
Sampai akhirnya kemenyanlah yang ambil sikap. Kemenyan meminta maaf karena telah memposisikan diri mawar seperti itu.
Awalnya mawar merasa senang dan lega karena tanpa menyakiti hati kemenyan, akhirnya ia bisa lepas dari suasana itu. Namun dibalik itu semua, ternyata kemenyan memanfaatkan keadaan. Ia bercerita kepada teman temannya, yang menimbulkan kesan bahwa Mawar yang selama ini sayang sama kemenyan duluan, mawar juga yang  ngejar ngejar kemenyan..
Terperangkap dalam suasana dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu, itu yang dirasakan mawar seketika itu. Rasanya sakit banget. Awalnya pingin berbuat baik, namun karena terperangkap dalam suasana, akhirnya ga enak dan nyakitin hati banget..

 

Disini ada beberapa hal yang bisa kita ambil
1.                   Sebelum melangkah untuk tujuan yang menurut kita baik, kita harus berdoa dan mikirin itu dengan matang. Biar tujuan kita ga memiliki makna “ambigu “ buat orang disekitar kita
2.                   Berdampak bagi orang lain memang baik, tapi jangan sampai dengan maksud itu, kita menjadi terbawa suasana dan akhirnya terperangkap sendiri di dalam suasana tersebut. Karena sakit banget pas kita ngrasain suasana itu lhoooo
3.                   Lebih hati-hati menghadapi situasi
4.                   Lebih hati hati menghadapi perilaku orang. Karena tiap orang memiliki karakter yang berbeda.

Ada yang mau memberikan usul ?? ketik yaa di bawah ini..
Usul anda sangat berarti untuk cerita iniii :) hohoooo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar